Jumat, 06 Juli 2012

Ketika Semua Harus berakhir #3





Serius! Aku gak percaya kalo harus ada sambungan 'ketika semua harus berakhir' untuk part yang kesekian kalinya.

Ya Allah... Engkau terus ingatkan diri ini tentang kematian.

Tulisan ini teruntuk mu sahabatku, Mifta Al Husna Humaira.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

05 Juli 2012, tak sampai sebulan lagi akan memasuki puasa, ayahanda sahabat kami, kembali ke kehidupan yang nyata. Kembali ke rahmatullah.

Ini kali pertama untuk geborzz mengalami kehilangan ayah.

Sungguh. Gak kuat mendengar isak tangis mipta. Cuma bisa kasi pelukan, doa dan semangat untuk mipta.

Apalagi sosok bapak yang sudah akrab sama kami (D'geborzz). Yang kalo geborz datang pasti diajak ngobrol, namun paling parah geborzz selalu ngakak sekeras2nya kalo datang ke puri dan bapak selalu maklum walau bapak sedang tidur siang.

(*maafin kami pak*)

Kami seluruh geborzz pasti akan sangat merindukan bapak di rumah puri. :'(

Mungkin saat ini mipta duluan yang merasakan kehilangan sosok ayah, dan yang pasti kami semua pun akan menyusul meraskan yang sama. Perbedaannya hanya pada waktunya saja.

Ahh... Ya Rabb... Sungguh diri yang lemah ini tak sanggup membayangkan jika ini harus terjadi pada ku.

Membayangkan saja tak sanggup, bagaimana jika kelak Engkau pun memanggil buya kembali ke sisiMu.

Jika hal ini harus kuhadapi. Mungkin aku belum sanggup.

Namun ku yakin, Engkau memberikan ujian sesuai kemampuan hambaMu.

Tak bisa ku bayangkan jika menjadi mipta yang harus ditinggal pergi ayah disaat belum menikah. Membayangkan saat tiba saatnya pernikahan dan yang harus menjadi wali nikah bukanlah ayah. :'(:'(:'(

Padahal, menurutku, impian setiap anak perempuan saat akan menikah pasti ingin ayahnya yang menjadi wali nikah. Karena saat2 seperti itu ayah akan meneteskan air mata haru karena akan melepas anak perempuannya.

Sekarang aku bersyukur masih diberi kesempatan menatap senyum sosok ayah, mendengar ucapan2 bawelnya, kelucuannya, dan segala tentangnya.

Sekarang, miptaku pasti merindukan setiap kenangan bersamanya. Kebawelannya, perhatiannya, dan setiap hal kecil tentangnya.

Ya Rabb, kami  sadar, setiap ayah kami adalah milik Mu dan pasti akan kembali pada Mu, tapi masih sedikit rasanya kebaikan yang kami berikan untuk ayah kami. Jasanya belum terbalaskan dan takkan mungkin terbayar.

Pasti waktu takkan cukup-cukupnya untuk bisa membalas jasa ayah.

Semoga kami semua bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala untuk ayah sampai kapanpun.

Sahabatku,

Aku tau, saat ayah sudah tak ada, rasa rindu  pasti takkan terhingga untuknya.

Sayang,

mungkin karena bukan kami yang mengalami makanya kata sabar itu mudah kami ucapkan. Namun percayalah, ayah pasti berada ditempat yang paling indah.

Tetap semangat untuk menjadi kebanggaan ayah.

Jangan berhenti berdo'a untuk ayah, karena anak sholeha adalah amal jariyah yg takkan pernah terputus pahalanya. Ayah pasti lebih bahagia disana, di syurga Nya.

Semangat sayangg.... Life must go on.

Geborzz selalu ada untuk mipta.

*peluk* (っ˘з(˘.˘ )♥

uwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar