Aku,buya dan 050908, ada cerita yang mendalam yang diawali dengan tanggal itu.
Tanggal itu pertama sekali aku masuk ke bimbel utk msuk ke universitas ternama di negeri ini.
Utk bisa masuk bimbel itu, aku selalu merasa takjub. Gimana enggak? Biaya bimbel nya mencapai 10 juta. Angka itu bukan angka biasa untuk aku yang bukan berasal dari keluarga yang berlebih materi, tapi aku selalu bersyukur karena Allah selalu memberikan rezeki yg cukup.
Awalnya aku ragu utk masuk bimbel itu, tapi buya terlalu ingin anaknya bisa masuk di universitas x itu.
Akhirnya buya dpt uang 10 juta dengan minjam uang di bank.
Itu masih awal pengorbanan yg buya lakukan, masih byk pengorbanan lain yg selalu membuat ku menangis kalo mengingatnya.
Setahun aku bimbel disana dengan setia buya ku mengantar dan menjemput aku. Panas terik bahkan hujan pun ditempuhnya.
Aku punya cerita saat buya harus menempuh hujan demi untuk menjemput aku.
Sore menjelang maghrib, seperti biasa buya jemput aku di tempat bimbel, ditengah perjalanan ternyata hujan turun dengan derasnya. Ternyata buya lupa bawa mantel hujan. Buya sampai dengan basah kuyub, aku hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Disepanjang jalan menuju rumah aku menangis dan berjanji aku akan wujudin impian buyaku.
Setahun berjalan, bimbel pun berakhir. Test masuk universitas x pun berlangsung, aku hanya bisa usaha semaksimal mungkin dan berdoa pastinya.
Menanti pengumuman, aku terus berdoa aku hanya ingin wujudin impian buya, hanya ingin melihat tangis bahagianya. Aku yakin buya gak butuh uang 10 juta itu kembali, buya hanya mau aku lulus.
Pengumuman didepan mata, aku dan buya menyaksikan nama ku tak tertera di kertas nama-nama orang yang lulus.
Kalimat singkat ku dengar dari buya, "belum rezeki" katanya.
Aku masuk kekamar dan menangis sepuasnya. Ketegaran buya semakin membuatku terluka.
Buya ku memang hebat.:')
Karena buya aku berusaha utk kuat, tegar dan seolah-olah tak pernah ada air mata. Padahal aku rapuh serapuh-rapuhnya.
Buya nyaranin aku utk kuliah d universitas swasta, dan aku menurutinya.
Lagi-lagi harapan ku hanya utk kebahagiaannya.
Setahun berlalu, sahabat seperjuangan ku di bimbel itu tetap ingin mengikuti test masuk utk ke dua kalinya, namun aku tak berminat lagi.
Disaat pengumuman nya, lukaku terusik lagi, dia sahabat ku lulus masuk universitas yang dulu kami berdua impikan. Tapi dia yang bisa pergi kesana. Dan aku hanya bisa terluka utk kedua kalinya.
Sekarang, aku hanya bisa yakinin diriku ada tempat dan cara yang berbeda yg Allah siapkan utk ku agar bisa menjadi kebanggaan buya ku.
* menulis ini dengan linangan air mata:'(
Published with Blogger-droid v1.6.9
0 komentar:
Posting Komentar