CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

everlasting LOVE



cinta yang menembus sejarah berabad yang lalu hingga kini yang pantas diteladani, yaitu cinta Muhammad bin Abdullah dan Khadijah binti Khuwailid

Siapa yang berani meragukan kisah cinta mereka. kisah cinta teromantis yg pernah saya tau sepanjang hidup, Romeo-Juliet gak ada apa-apanya lah. cerita yang mengisahkan tentang 'membangun cinta' bukan 'jatuh cinta'. :')

heemm.... tetiba saya jadi sok bicarain lope-lope. sumpah deh! saya gak lagi kena virus merah jambu, saya cuma mau sedikit review tentang pengalaman kemaren tanggal 14 januari 2013 yg untuk pertama kalinya ditahun 2013 saya menginjakkan kaki ke bioskop, awalnya mau nonton 5cm tapi gagal dan beralih ke film Habibi dan Ainun yang sangat fenomenal 'katanyaa..'



pikir punya pikir yahh kenapa enggak nyoba nonton film yg dalam sebulan penontonnya sampe 2,1 juta, benerrr aja bokk pas saya nonton tu teatre masih ramee aja. beragam umur, dari balita sampe nenek-nenek ada didalam.

oke, kalo ditanya bagaimana komen saya tentang film ini tuh 'yahh... standart lah yaaa... gak ada yg something spesial gitu.' pokoknya jauuuuuhhh dari yang saya bayangkeeuunnn... *so sorry
gimana enggak mulai film diputer saya ngebanding-bandingin dengan kisah cinta Rasulullah dan bunda khadijah. (laahh... iya dong mana mungkin bisa tersaingi.) *toyor kepala sendiri
mungkin karena expectasi saya terlalu tinggi makanya film itu gak berbekas sama sekali kehati.

pokonya walaupun kisah cinta Rasulullah bersama bunda khadijah tak pernah ada film nya bagi saya itu lebih dari sebuah karya film yang fenomenal walaupun cuma menontonnya dari buku-buku.
pokoknya tetep pada komitmen saya,
menonton cerita dari buku itu lebih mengasyikkan daripada menonton dari film.

sedikit cerita tentang kisah cinta yang jadi sejarah yaitu kisah cinta rasulullah dan bunda Khadijah yang terekam diotak saya dan bahkan selalu bikin saya terharu kalo membayangkannya.

inilah kisah cinta teladan, saat seorang wanita yang bertahta, punya rupa yang sempurna berani melamar seorang pemuda yang biasa.* coba cari jaman sekarang ada gak cewe yang seperti bunda khadijah ini?
kalo dipikir2, sebelum kaum feminis yg berkoar2 soal emansipasi wanita, bunda khadijah udah duluan tuh, melamar seorang pria bukan dilamar. positif kan yeee... bukan emansipasi minta jangan ada larangan perempuan pake rok mini. #eh... :p

ehh... bukan berarti bunda khadijah waktu itu gak ada yg ngelamar loh... wuih bejibun pria dari kalangan bangsawan melamar, ditolak semua cuyyy....
pilihan jatuh pada pria yang berbudi mulia, al-amin julukannya. :)

melalui orang yg dipercaya bunda khadijah melamar Rasulullah, singkat cerita pinangan pun diterima rasulullah, bunda khadijah mendapat mahar 90 ekor unta. aaaaakkkk..... mahar yg tepat untuk wanita mulia. :')

teruusss kita pasti bertanya-tanya tuh harta Khadijah yang bejibun diapain aja setelah menikah? jawabannya, untuk Dakwah kawan... Khadijah merelakan hartanya untuk dakwah ketika nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.

ngomong-ngomong cerita nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, kisah ini pun menjadi teladan yang luar baisa, saat Rasulullah gak harus ngomong apa kalo bahasa kita speechless tentang diangkatnya beliau menjadi Rasul pulang kerumah dengan wajah pucat pasi pluss menggigil ketakutan, Rasulullah disambut dengan bunda Khadijah yg heran. tapiiii... tunggu dulu, kalo kita yee yg jadi bunda Khadijah pasti langsung heboh nanya kenapa, apa yang terjadi, kalo bunda Khadijah mah enggak, dia biarin suami nya tenang, bahkan bunda Khadijah menyelimuti Rasul. Aaaaaa.... Istri teladan bangetsss...

ketika Rasulullah menyampaikan apa yang terjadi reaksi bunda Khadijah pun langsung mengimani suaminya disaat yang lain menganggap Rasulullah gila. *can't imagine :')

dengan setia selama 25 tahun bunda Khadijah menemani perjuangan Rasulullah dengan setia dan penuh cinta hingga disaat usianya 65 tahun bunda Khadijah mendahului Rasululluh berada disyurga. Saat-saat kepergian bunda Khadijah disebutlah tahun berkabung bagi Rasulullah karena betapa kehilangannya beliau dengan sosok Khadijah yang sangat dicintainya.

beginilah sebuah ungkapan Rasulullah tentang sosok khadijah baginya,

“Allah tidaklah menganugerahkan kepadaku seorang istri sebagai pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkari kenabianku. Dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku. Dia mengorbankan hartanya ketika semua orang berupaya mempertahankannya. Dan, dari rahimnya Allah menganugerahkan anak-anak bagiku, bukan dari perempuan-perempuan lain."
Bahkan cintanya Rasulullah kepada Aisyah takkan sebanding dengan cinta nya pada bunda Khadijah.

Ahh... betapa kukagumi kisah cinta ini ya Allah, semoga suatu saat nanti aku bisa sedikit mendekati keshalihan bunda Khadijah dalam menjadi seorang istri, karena sangat jauh jika aku bermimpi mendekati seutuhnya. :) sekalian #kode :p




much love,

uwa

Minggu, 12 Agustus 2012

Tataplah Ayah!


Note: ( setiap huruf yang tertulis, paling utama tertuju kepada diri saya sendiri, bukan utk menggurui apalagi menganggap hati saya paling suci.  #NOTE TO MY SELF! )

"Barangsiapa yang memiliki anak perempuan yang telah mencapai usia dua belas tahun (usia baligh), kemudian ia tidak bersegera menikahkannya, maka jika anak perempuan melakukan suatu perbuatan dosa, dosanya akan ditanggung oleh sang ayah." (HR AL BAIHAQI, DARI ANAS IBN MALIK)






Maka tataplah ayah...

Saat ada hasrat ingin menodai hati

Maka tataplah ayah...

rambutnya yang tak sehitam pekat dulu lagi

Warna itu berubah seiring pengorbanan yang telah ia beri

Maka tataplah ayah lebih dalam...

Pandangi matanya

Mata sendu itu yang selalu merindu senyum kecil kita

Pantaskah kita bersedih karena merindu lelaki yang tak sebanding dengan kehebatan pebgorbanan ayah?

Maka tataplah ayah...

Resapi makna senyumnya

Kalimat apa yang selalu diucapkannya dari bibir itu?

Ayah hanya ingin gadis kecilnya bahagia, itu saja

Maka tataplah ayah lebih dalam lagi...

Masihkah tubuhnya segagah yang dulu?

Maka tataplah ayah...

Tangan yang kekar itu yang selalu ingin menjaga kita

Menggendong saat kita terjatuh lalu membelai sayang sambil menghapuskan airmata

Maka tataplah ayah...

Kakinya betapa jauh sudah melangkah untuk menafkahi kebutuhan keluarga

Maka tataplah ayah yang tak pernah egois untuk kebahagiannya saja

Keringat itu adalah tetesan air mulia dari ayah untuk kita

Setiap ayah pasti selalu berdo'a agar kelak gadis kecilnya mendapat lelaki ahli syurga

Karena ayah takkan rela gadis kecil kesayangannya terluka

Maka tataplah ayah...

Akan ada airmata bahagia dimatanya saat menyerahkan kita pada lelaki yang didamba

Walau ayah tak pernah rela gadis kecilnya kini akan dijaga lelaki selain dia

Maka tataplah ayah...

Pantaskah kita membiarkannya menanggung dosa kita?

Pantaskah tubuh yang sudah berlelah-lelah didunia untuk kita disiksa di akhirat karena kita pula?

Pantaskah dosa kita gadis kecil yang selalu dibanggakannya melimpahkan dosa kepadanya?

Pantaskah ayah mendapataknnya?

Ayah layak bahagia...

Dan tempat paling bahagia hanyalah SyurgaNya

Ayah tak boleh menangis di akhirat karena perbuatan kita gadis kecil kesayangannya

Maka ingatlah ayah jika kita mulai tergoda untuk melakukan dosa kepada Nya

Biarkan dengan bangga ayah merelakan kita kepada pangeran jiwa calon penghuni syurga karena kita menjadi putri terbaik ayah yang menjaga marwah nya sebagai wanita

Maka tataplah ayah...

Bisikkan dalam jiwa kita, ayah adalah calon penghuni syurga... :')

Ayah pantas mendapatkannya.

♥ AYAH

Published with Blogger-droid v2.0.6

Minggu, 05 Agustus 2012

Amar Ma'ruf Nahi Munkar


Saya mau mengucapkan hamdalah dulu yaa...  Alhamdulillah... :')

Iihh... Saya kegirangan plues terharuu dan nyaris disebut nangis ini mah.

Pokoknya hari ini hati adeemm... Sekali! Karena pas siangnya saya chat sama ibonk di whatsapp tentang pernikahan. Luar biasa sekali kalo saya bilang. Alur pembicaraan kami belok sana belok sini. :D

Malamnya chat sama my twinmate. Hahaha... Ini nih yang paling nyesss..  Awalnya ngobrol tentang pernikahan muda juga. *teteup yee* sebenarnya ini ada misi terselubung saya sih. Ceritanya nih yee saya mau komporin si bebeh ini, saya mau ingetin mimpinya untuk nikah muda, dan sekalian mau cari tau tentang kabarnya tentang si pa**r nya.

Ini amazing sekali sodara-sodara... Dipertengahan pembicaraan si twinmate bilang dia udah putus sama si pa**r. Huuaaaa... Aseli, airmata saya netes. :')

Upa udahan sama si******  wa. Sebenarnya udah gak nyaman, tapi masih ragu untuk udahan sampe akhirnya upa baca RTan tweet uwa tentang pacaran upa jadi yakin untuk udahan.






Tuhh... Gimana saya gak terharu coba? Saya langsung ngucap hamdalah berkali-kali. Ternyata dakwah kecil yang saya lakukan dengan me-RT Tweet yang manfaat bisa mengingatkan saudara kita sendiri. Subhanallah, walhamdulillah, Allahuakbar!

Saya jadi ingat kata-kata murabbi saya tentang dakwah, kata sang murabbi:

Dalam dakwah kita gak perlu melihat hasilnya, tapi yang penting adalah proses/usaha kita dalam berdakwah. Karena hidayah hanyalah Hak Allah.






Tuh kan.. Bener! Yang usahanya aja dulu, soal hidayah mah Allah yang atur. Dan luar biasanya Allah berkenan memberikan hidayahNya pada my twinmate.

Kalo falshback kebelakang, sejujurnya saya sangat kecewa sama upa. Karena saya tau upa pernah komit utk gak pacaran. Tapi tiba-tiba, bagai disambar petir, saya dapat kabar upa jadian. :(

Saya dan ibonk kecewa dan gak bisa berbuat apa-apa, cuma bisa do'a.

Setelah dapat kabar itu saya sering mantau dia melalui sosial media. Jujur sebagai sahabat ya saya mau tau lah perkembangan sahabat saya. Karena semenjak jadian upa gak pernah cerita apapun sama saya dan ibonk, setelah chat kemarin upa bilang, karena dia takut untuk cerita sama kami.

Tapi gak papalah. Kita jadiin aja itu masalalu dan pelajaran.

Dan terus berdo'a semoga Allah terus memantapkan hati kita untuk istiqomah.

Karena kata ust. Felix shiauw wanita muslimah terlalu berharga untuk menjadi objek dalam hubungan yang haram di mata Allah.








Finally, pelajaran yang harus saya ingat adalah: ketika melihat saudara kita melakukan kesalahan, ada hak nya yang harus kita tunaikan yaitu memberinya nasehat.








Seperti yang tercantum dalam Al-qur'an "sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. (Q.S Al-Asr:2-3)






Seperti judul diatas, Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang berarti mengajak pada kebaikan dan mencegah dari keburukan itulah sebenar-sebenarnya SAHABAT.

THAT'S WHAT FRIENDS ARE FOR.

Much luv,

Uwa.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 04 Agustus 2012

Agar bidadari cemburu pada mu ( maka menikahlah! )


Huh hah! Yiakk... Saya tarik nafas panjang dulu yakkk... ;)
Serasa ada yang bisik-bisik ketelinga saya nih : "galau nikah nih neng?"
Saya : "heemm... " :(
Sumpah yah.... Akhir-akhir ini para ustadz yang saya follow di twitter berkicau tentang pernikahan. Dan bahkan lebih parahnya seolah-olah jadi tukang kompor bangetttss...
Ihhh... Saya jadi gemeesshh...
Kalo satu orang yang berkicau tentang nikah sih gapapa... Ini jama'ah boookk... :(
Stalking TL sendiri pun saya jadi GALAU! Ψ(`皿´;)Ψ
Berasa udah siap nikah banget deh saya, padahal?? MASIH JAUH.. :(
Segitu ngebetkah saya?
Oh ya enggak lah cuyy...
Tapi percaya deh. Kalo kalian pada baca itu tweet, pasti deh terbakar juga.
Ini nih contoh tweet-tweet dari si ustadz2 kompor nikah⇝
RT @hafidz_ary "Ngapain nikah buru2?" | "enak, berkah, kaya, berpahala, kok ditunda2"

Udah ahh... Satu aja yang saya cantum kan disini, banyak benerrr bookk tweetnya. :p
Ngomong2 soal nikah, kan saya udah 21 nih kan ya... Trus saya keinget sama kakak saya, kak meli. Tiba-tiba keinget kalo kakak saya itu nikah diumur 22 tahun.
Heemm... Saya kok jadi ngeri sendiri yak bayangin kalo saya nikah tahun depan. Ya Allah... Lagi-lagi saya gak siap!
Trus saya liat perut saya, bayangin ada bayi didalamnya. Huuuaaa... Belum siap serius belum siap! *plis ya positif thinking!*
Padahal ya, kakak saya umur 22 udah mengandung nabil, umur 26 udah punya anak dua. :D
Bahagia sih bayanginnya, bisa jadi ibu muda. Tapiiiiii.... :(
Lagi-lagi saya berfikir, bagi saya nikah itu butuh ilmu. Gak asal main nikah aja. Impian saya tuh kalo nikah, punya anak saya mau melahirkan para mujahid dan mujahidah islam, saya ingin punya para anak penghapal Al-qur'an.
Trusss... Itu kan semuanya butuh ilmu, dan butuh perbaikan diri untuk diri saya terutama.
Jujur, saya belom bisa bayangin kalo nikah harus ninggalin ummi, buya, padahal kan sampe sekarang saya masih suka manja-manja sama mereka, makan aja kadang minta disuapin buya. Hehehe...
Trus, saya juga gak bisa bayangin kalo bangun tidur tiba-tiba ada orang asing disamping saya. Bisa-bisa saya teriak2 spontan!
Satu sih yang paling penting jadi pertimbangan saya, saya pengen S2 dulu baru nikah.
Kalo niat sih pengennya saya nikah.diumur 24 tahun. Kayaknya gak terlalu ketuan, dan kemudaan.
Tapi tetep aja yah rasanya waktu tiga tahun itu enggak lama.. Tiga tahun gak bakal terasaa..
Oiya, akhir-akhir ini para genk saya jg bahasan nya tentang nikah. Ihhh... Makin kepikiran lah saya.
Iya juga ya, kalo umur udah 20 keatas itu udah gak muda lagi. *berasa tua cuy* :p
Padahal, sampe sekarang saya masih suka becandaan, malah berantem-beranteman kayak anak kecil sama adek saya. Mungkin dia orang yang paling bakal kehilangan saya kalo saya nikah nanti.
Eeeetaapiii... Bagi yang umurnya udah masih muda tapi udah siap langsung disegerakan aja lohh... *jangan contoh saya*
Niatnya harus ibadah. Gak usah takut cerai-ceraian deh. Kalo niatnya lillahi ta'ala Allah pasti jaga pernikahan itu. :)
Banyaakk banget kisah orang2 nikah muda yg sukses. Contohnya ya para ustadz yang saya follow itu.
Mereka itu nikah sewaktu masih kuliah. Ustadz Salim A Fillah nikah waktu semester 4 kalo gak salah, ustadz Hafizd Ary nikah umur 21, sebaya dengan saya. Jadi sebenarnya umur bukan hambatan tuh.
Keistimewaan nikah itu menurut saya luar biasa. Bayangkan sodara sodara, saling memandang penuh cinta antara suami istri itu bernilai ibadah lohh... Dan ada sebuah hadist yang kurang lebih begini:

Tiada seorang istri menggodai suaminya melainkan bidadari disyurga cemburu kepadanya.
Bayangiiinnn... Indah nya hidup dalam pernikahan yang karena Allah. :')
Kalo kata saya mah, pernikahan itu syurga sebelum syurga. Iyah syurga dunia banget kan ya. Tapiii ada tapinya, kalo pernikahan itu bisa menciptakan keluarga syakinah, mawaddah, wa rahmah. #okeesiipp...
Teteuup sih. Inti yang paling inti buat saya makanya belum siap nikah adalah karena saya masih butuh waktu untuk mempersiapkan iman menjadi istri shaliha dan ibu yang bisa melahirkan anak-anak yang akan menggugah dunia.
Ya Allah... Semoga semangat memperbaiki ilmu dan memperkuat iman ini sebagai bekal hamba untuk memperoleh pangeran syurga yang akan membimbing hamba membangun istana syurga dunia dan akhirat.
Semoga ketaatan yang hamba perbuat membawanya kepada hamba untuk menjadi imam terbaik dan ayah dari para calon mujahid islam. Aamiin ya Rabb!
Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 27 Juli 2012

Udah Putusin Aja



Yeeee.... Tuh judul! Hahaha...

Ada-ada aja ya?!

Btw, saya mau putusin siapa?

Nonono... Saya tidak akan mutusin siapa-siapa kok. *Lah wong pacar aja saya gak pernah punya.*

Udah pernah saya bahas kali ya saya gak pernah pacaran. (Oke..abaikan!)

Judul ini made by ust. Felix Siaw.

Ustadz yang muallaf saat duduk di bangku kuliah, dan seorang keturunan china.

Saya follow ustadz ini ditwitter karena tweetnya kerenn... Sering ngetweet tentang hijab, dan dsb, termasuk pake hastag  yang ini #udahputusinaja.

Kalo mau baca Kumpulan tweet sang ustadz tentang #udahputusin aja monggo klik link dibawah ini:

 #udahputusinaja dan yang ini  pacaran? gak lah yaw! 

Kalo menurut saya mah Insyaallah... Kalo bacanya pake hati pluss logika langsung nyesss deh kehati. Hehehe..:)

Trus, apa peduli saya baca2 yang begituan? Kan gak ada yang mau diputusin. Hahaha...

Iya sih. Yah... Kali aja suatu saat iman saya lemah, tiba2 si syetan merayu saya untuk 'pacaran' saya kan jadi udah punya jimat anti godaan. :p

Dan... Yahh... Kali aja itung-itung jadi amar ma'ruf nahi munkar, mengajak pada kebaikan mencegah pada keburukan. Bisa dibilang da'wah kecil-kecilan kali yeee... ;)

Heeumm... Dari pada sok menggurui, yuk ahh simak curahan hati saya tentang pacaran. *ehemm...*

"Alah... Gaya lu tu wa, mentang-mentang gak pernah pacaran! Yakin gak pernah pengen ngerasain pacaran?"

Me: Yee... Saya Gak semunafik itu juga kali! Pernah banget malah saya pengen pacaran.

Berhubung saya orangnya kan ya susah gaul sama orang terutama cowok. Ya jadilah saya sangat kuper kalo bergaul dengan cowok2.

Sepertinya memang gak ada celah yang saya kasih untuk para cowok2 untuk sekedar pedekate sama saya.

Contohnya nih ya. Kalo ada temen cowok yang sms, kalo pembicaraan masih sekitar kampus atau tugas, saya mau balas tapi kalo udah menjurus yang aneh2, seperti nanya udah makan apa belom dan bla bla bla nya yang lain pasti langsung gak saya openin lagi. Trus kalo lagi OL di FB kalo ada temen cowo yg nyapa saya pasti saya biarin, gak jawab sama sekali. Yang terakhir kalo ada yang nelpon pasti saya gak angkat.

Parah kan? Semua itu saya lakukan bukan saat saya menyadari pacaran itu dilarang dalam islam. Saya begitu malah pas pengen2nya ngerasain pacaran.

Satu sih yang paling bikin saya nolak terus untuk melakukan pacaran yaitu saya anti telponan berjam2 dan laporan ini itu sama orang lain.

Kalo gitu urusannya kan ya gak mungkin saya bisa pacaran.

Alhamdulillah... Karena sifat saya yang begitu saya terhindar dari pacaran.

Padahal dulu saya pengen banget pacaran, ngerasa hidup gak adil kenapa saya gak ngerasain apa yang pernah dirasain orang disekeliling saya.

Ehh.. Sekarang saya malah bersyukur. Betapa baiknya Allah sama saya, ngejagain saya dari hal yang dibenciNya, sehingga kelak saya menjadi wanita yang masih original dan bersegel untuk suami saya kelak. Aamiin... Ya Rabb! :')

Truss... Kalo dalam islam gak boleh pacaran gimana mau nikah?

Hehehe... Islam punya cara yang mulia untuk mempersatukan dua insan untuk membangun cinta. Yukk intip penjelasan sang ustadz tentang Ta'aruf dibawah ini:

apa itu ta'aruf  dan ta'aruf more detail 

Coba resapi, pahami setiap tweet sang ustadz pake iman, Bukan nafsu syaiton ya!

Pasti tatacara islam untuk membangun cinta itu terasa sangat indah.

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kemuliaan. Aamiin...

The last,

#UDAHPUTUSINAJA :D

uwa

Jumat, 06 Juli 2012

Ketika Semua Harus berakhir #3





Serius! Aku gak percaya kalo harus ada sambungan 'ketika semua harus berakhir' untuk part yang kesekian kalinya.

Ya Allah... Engkau terus ingatkan diri ini tentang kematian.

Tulisan ini teruntuk mu sahabatku, Mifta Al Husna Humaira.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

05 Juli 2012, tak sampai sebulan lagi akan memasuki puasa, ayahanda sahabat kami, kembali ke kehidupan yang nyata. Kembali ke rahmatullah.

Ini kali pertama untuk geborzz mengalami kehilangan ayah.

Sungguh. Gak kuat mendengar isak tangis mipta. Cuma bisa kasi pelukan, doa dan semangat untuk mipta.

Apalagi sosok bapak yang sudah akrab sama kami (D'geborzz). Yang kalo geborz datang pasti diajak ngobrol, namun paling parah geborzz selalu ngakak sekeras2nya kalo datang ke puri dan bapak selalu maklum walau bapak sedang tidur siang.

(*maafin kami pak*)

Kami seluruh geborzz pasti akan sangat merindukan bapak di rumah puri. :'(

Mungkin saat ini mipta duluan yang merasakan kehilangan sosok ayah, dan yang pasti kami semua pun akan menyusul meraskan yang sama. Perbedaannya hanya pada waktunya saja.

Ahh... Ya Rabb... Sungguh diri yang lemah ini tak sanggup membayangkan jika ini harus terjadi pada ku.

Membayangkan saja tak sanggup, bagaimana jika kelak Engkau pun memanggil buya kembali ke sisiMu.

Jika hal ini harus kuhadapi. Mungkin aku belum sanggup.

Namun ku yakin, Engkau memberikan ujian sesuai kemampuan hambaMu.

Tak bisa ku bayangkan jika menjadi mipta yang harus ditinggal pergi ayah disaat belum menikah. Membayangkan saat tiba saatnya pernikahan dan yang harus menjadi wali nikah bukanlah ayah. :'(:'(:'(

Padahal, menurutku, impian setiap anak perempuan saat akan menikah pasti ingin ayahnya yang menjadi wali nikah. Karena saat2 seperti itu ayah akan meneteskan air mata haru karena akan melepas anak perempuannya.

Sekarang aku bersyukur masih diberi kesempatan menatap senyum sosok ayah, mendengar ucapan2 bawelnya, kelucuannya, dan segala tentangnya.

Sekarang, miptaku pasti merindukan setiap kenangan bersamanya. Kebawelannya, perhatiannya, dan setiap hal kecil tentangnya.

Ya Rabb, kami  sadar, setiap ayah kami adalah milik Mu dan pasti akan kembali pada Mu, tapi masih sedikit rasanya kebaikan yang kami berikan untuk ayah kami. Jasanya belum terbalaskan dan takkan mungkin terbayar.

Pasti waktu takkan cukup-cukupnya untuk bisa membalas jasa ayah.

Semoga kami semua bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala untuk ayah sampai kapanpun.

Sahabatku,

Aku tau, saat ayah sudah tak ada, rasa rindu  pasti takkan terhingga untuknya.

Sayang,

mungkin karena bukan kami yang mengalami makanya kata sabar itu mudah kami ucapkan. Namun percayalah, ayah pasti berada ditempat yang paling indah.

Tetap semangat untuk menjadi kebanggaan ayah.

Jangan berhenti berdo'a untuk ayah, karena anak sholeha adalah amal jariyah yg takkan pernah terputus pahalanya. Ayah pasti lebih bahagia disana, di syurga Nya.

Semangat sayangg.... Life must go on.

Geborzz selalu ada untuk mipta.

*peluk* (っ˘з(˘.˘ )♥

uwa

Jumat, 29 Juni 2012

Jodoh itu...




"Jodoh itu... Misterinya sama seperti kematian. Gak ada yang tau kapan, dimana, dia kan datang kepada kita."  (Setia Furqon Khalid)

Heemm....

Kalo bicara soal 'jodoh' itu ibarat bicarain satu topik yg gak akan ada habis2 nya kalo dibahas. :)

Akhir-akhir ini, entah kenapa, saya yg akan menggenapi usia dua puluh satu, dihantui dengan yang namanya JODOH. OMG!

Syukur... Masa-masa galau saya akan jodoh itu udah hilang ditelan monster ijo. Yaakaliii... :P

Enggak tau kenapa! Serius.

Bagian dari ujian kali ya.

Pembahasan ummi tuh sering ujung2nya tentang pernikahan.

Pernah ummi nyeletuk gini, "maunya sebelum ummi berangkat haji, si uwa udah merrid".

Saya, "hhmm... Ehemn... Uhuk.uhuk.Amiinn..."

Cuma bisa ngaminin dengan seribu kali aminn...

Kemudian mikir, insyaallah ummi naik hajinya tahun 2016, berarti 4 tahun lagi dari sekarang. Sesuai target dong! Amiinnn ya Allah. :')

Dan satu lagi sebenarnya yang sering agak buat saya risih gimanaa gitu. Ummi sering khawatir dengan sifat saya yang tertutup ini. Ummi takut saya keenakan di kuliah dan karir dan gak mikirin pernikahan.

Malah kemaren ummi sempat bilang supaya saya mulai dari sekarang untuk cari cowok untuk calon suami. Astaghfirullah... Nikahnya kapan nyarinya kok sekarang. Huh... ("•˘з˘•)

Saya cuma ketawa, dan jawab: "untuk apa dicari sekarang ummi, mau nikahnya kan masih lama." *kemudian hening*

Saya tau kekhawatiran ummi dengan anak gadisnya ini karena udah nyaris berumur 21 tahun tapi belom pernah pacaran sekalipun.

Ahh.. Ummi, Allah udah menjamin, setiap manusia Allah ciptakan berpasangan, apa yang perlu dikhawatirkan? Masak iya kita ragu sama janji Allah? :) *oke.. Siipp..*

Satu lagi kata ummi, "bok ya walau gitu kita kan butuh usaha toh ndok."

*begitulah kira2*:P

Eitsss... Tunggu dulu!

Usaha? Usaha apa?

Masak iya saya usahanya seperti keliling2 sambil promosi kalo saya sedang cari calon suami. NO.NO.NO.

Gini ya, menurut saya, usaha seorang wanita itu adalah disaat datang seorang lelaki melamarnya dan si wanita tak ada niat untuk mempertimbangkannya, atau setiap ada yang melamar selalu ditolak tanpa alasan yang jelas, yakk... Disitulah tak adanya usaha. Simple aja kok.

Kalo soal jodoh tuh ya, terkadang emang gak masuk akal manusia. Karena itu emang Allah membungkusnya rapi dengan yang namanya misteri.

Saya setuju bangettsss sama tulisan Setia Furqon . Jodoh itu sama misterinya dengan kematian. Manusia gak punya kendali atas kematiannya begitu juga jodoh.

Kita gak ada yang tau kapan kita akan mati, sama seperti kita gak tau kapan jodoh kita datang. Contohnya gini, ada dua orang, yang satu punya pacar, dan yang satu gak pernah pacaran, siapa yang akan duluan menikah diantara mereka. Pasti kebanyakan jawab yang punya pacar.

Duh... Siapa yang menjamin orang pacaran pasti nikah?

Ternyata saudara-saudara...

yang menikah adalah yang gak punya pacar.

Dari mana jodohnya coba? Ternyata yang gak punya pacar dilamar ikhwan yg sholeh dan langsung nikah minggu depannya, sementara yang punya pacar kerjanya putus nyambung terus, ribut teruss... Nikahnya gak jadi-jadi dan berkelana tanpa tujuan tiada henti.

Oouuww... Manteb ilustrasi saya.*kePDan* :P

Dalam kematian kita gak perlu ketakutan atau cemas setiap hari untuk menanti tiba saatnya, yang kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan segala kebaikan dan amal shalih, simple nya berusaha terus jadi yang terbaik, sehingga gak perlu takut mati.

Sama dengan jodoh, gak usah risau tentang kedatangan jodoh, yang penting adalah terus saja memperbaiki diri sehingga mendapatkan yang terbaik karenaaa... "laki-laki yang baik untuk perempuan yang  baik". Yuhuuu.... :)

Terus kenapa ada orang yang sampe akhir hayatnya gak nikah, apakah tak ada jodoh buatnya? Kalo menurutku, Allah pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untunya disyurga.

Untuk apa meratapi hidup yang fana kalau kita akan kekal di kehidupan yang sebenarnya.

Dan pastilah Allah telah mengatur skenario penjodohan yang terbaik untuk hamba2Nya, tapiii... Sesuai dengan value yang kita ciptakan untuk diri kita, ya itu dia tadi, perbaikan diri disetiap detik hidup kita. :)

Karena jodoh kita sesuai dengan nilai kita. :)

SEKIAN.

Uwa



uwa

Minggu, 17 Juni 2012

Ketika Semuanya harus berakhir #2


"setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasan mu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga, sungguh dia memperoleh kemenangan . Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." Q.S. Ali imran: 185

Siapa yang nyangka kalo aku memang harus melanjutkan cerita "ketika semua harus berakhir" heemm....

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Senin 27 Mei 2009 uwak (abangnya ummi) kembali ke rahmatullah.

Alhamdulillah. *loh kok??* iya, aku dengar dari dosenku, ketika ada yang meninggal kita mengucapakan innalillahi… kemudian disambung dengan Alhamdulillah. Kenapa Alhamdulillah?

Ketika yang meninggal adalah orang yang baik, berarti kita bersyukur karena orang tersebut akan segera merasakan kenikmatan kehidupan yang baru dan terhindar dari kezaliman duniawi.

Namun ketika yang meninggal adalah orang yang tidak baik, berarti kita bersyukur keburukan akan berkurang satu didunia.

Dan menurutku, uwak adalah orang yang baik.

Kata ummi wajah uwak berseri saat meninggal.

Lihat, betapa Allah Maha Benar dengan segala firman Nya.

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kita tinggal menanti giliran kita.

Yang terpenting adalah bukan pusing menanti kapan giliran kita, namun kita harus menggunakan sisa hidup sebaik2nya.

Gak ada yang bisa menjamin sedetik kemudian adalah milik kita.

Gak ada yang menjamin saat asyik tertawa kemudian masih bisa menikmati hidup, atau bahkan sedang asyik maksiat dan ternyta azal mendekat. Siapa yang tau? Allah yang punya kuasa.

Sanggupkah kita membantah perintah Allah saat kita sadar kematian sangat dekat dengan kita?

Masih perduli pada gemerlapnya dunia fana saja?

Sedangkan Allah menjanjikan kehidupan syurga yang kekal didalamnya?

Ahh... Tak ada satu hurufpun yang kutuliskan kecuali utk mengingatkan diri ini sendiri.

Ketika semuanya berakhir kita semua tak ada daya upaya selain mengharap pertolongan Allah.

Sabtu, 26 Mei 2012

Ketika semua harus berakhir #1


Jujur, sebenarnya gak ada niat mau nulis part berikut dari postingan kemaren tentang kematian. Tapi kejadian kemaren bikin aku mau nulis tentang ini lagi.

Ahh... Ya Rabb. Betapa sering hamba Mu ini lalai akan akhir waktu yg sungguh misteri tapi pasti.

Kemaren hari kamis dapat kabar abang ummi masuk rumah sakit adam malik medan. Malamnya ummi buya berencana menjenguk. Tiba-tiba Aku putuskan untuk ikut sama mereka. Padahal aku adalah orang yang paling anti sama rumah sakit.

Nyampe disana gak semua orang boleh masuk ruang ICU, alhasil aku dan rina berdiri didepan ruangan itu. Sebenarnya kalo boleh masuk aku juga gak mau. Syereeemm...

Berdiri didepan ICU itu rasanyaaaa.... Luar biasa. Keluar masuk pasien terus bergantian, penyakitnya juga macem-macem, dan aku cuma bisa lemes berdiri disitu. Hiksss...:'(

Berkunjung kerumah sakit itu ternyata banyak memberikan hikmah yg luar biasa, meningkatkan keimanan, dan langsung bermuhasabah.

Wuiihh... Ngebayangin aku ada diposisi mereka yg terbaring tak berdaya, bernafas saja sulit.

Penyakit itu tak kenal status sosial, bentuk fisik, jenis kelamin, atau apapun yg lain.

Semua bisa kena sakit, dari orang tua, remaja, bahkan bayi pun ada diruangan ICU ini. :'(

Aku cuma bisa beristighfar sepanjang berada dirumah sakit.

Sekitar jam 11 malam uwak (abang ummi) akhirnya bisa masuk ruangan rawat bukan ICU lagi.

Kami semua pergi dari ICU yang mencekam itu.

Ternyata pengalaman ku gak sampe disitu aja. Diruangan rawat uwak tiba2 terdengar teriakan histeris dari kamar sebelah. Ya Allah... Ternyata ada pasien yg menghembuskan nafas terakhirnya malam itu. Batin ku semakin merasakan pilu. Betapa hidup ini hanya tempat persinggahan yg singkat. Masih kah aku menyia-nyiakan?

Terimakasih ya Rabb, pengalaman yg penuh hikmah ini sungguh tiada terkira.

Hidup terlalu berharga untuk disia-siakan. Hidup terlalu berharga jika hanya untuk menentang semua perintahMu. Karena ketika semua harus bearkhir aku hanyalah manusia yg tak berdaya.

KUNGFU PANDA




Ini untuk kedua kalinya aku bakal nulis betapa ketinggalannya aku tentang film.

Memalukan, lebih tepatnya. Karena ini bukan sembarangan film.

Okeh. Begini ceritanya.

Tanggal merah kemaren 17 mei 2012, lagi iseng2 nonton tv, liat judul film "Kungfu panda". Penasaran dengan film ini aku pun nonton.

Aseliiii.... Film ini JUARA!

Ternyata ohh ternyata, film ini sudah rilis tahun 2008, dan sekarang udah tahun 2012. Ahh... Sudahlah! Silahkan tertawakan saya. *pasrah*

But, better late than never. Rite?? :)

Disini, bukan hanya menceritakan tentang Po yg menggemaskan, tapi ceritanya berkualiatas. Pokok nya kereeennn...

Ahahaha.... Jadi lebay sendiri!

Pelajaran yg bisa aku ambil dari film ini adalah tentang mimpi si Po, dan kegigihannya utk mewujudkan mimpi itu.

Kalo aku liat2 Si Po ini menjalankan prinsip 5cm. Why?

Bisa lihat sendiri, betapa setiap hari Po mengingat mimpinya untuk menjadi master kungfu hingga didalam mimpi sekalipun. Dikamarnya juga penuh poster2 tentang kungfu.

Walau awalnya Po agak gak yakin dengan mimpinya namun cerdasnya Po, dia gak menyia-nyiakan kesempatan yg ada didepan mata. Great Po! :)

Saat ada pemilihan untuk menjadi pendekar naga, dengan semangat Po mendaki gunung walau hanya untuk menyaksikan bukan untuk berpartisipasi.

Fortunately, Po terpilih untuk jadi kandidat pendekar naga. Wuow..

Tapi, bukan ini akhir dari ceritanya. Ini adalah awal dari perjuangan Po.

Nyaris semua orang mentertawakannya, menyepelekannya, menganggap remeh pada sosok Po yg gendut untuk menjadi seorang pendekar. Bahkan ayahnya sendiri ikut serta dalam keyakinan itu.

Tapii... Apakah Po menyerah? Apakah Po menangis? Jawabannya TIDAK.

Po bersemangat untuk menjadi pendekar.

Adasih Po sempat ngomong dia gak yakin untuk menjadi pendekar. Tapi di cerita ini terus menunjukkan kalimat 'nothing's imposibble'

Ada quote dari ayahnya yg keren menurut aku.

Ayahnya pernah bilang ada rahasia yg membuat mie ayam  buatannya itu laris, namun diakhir cerita saat Po mengalami krisis kepercayaan Ayahnya mengatakan "Sesuatu yg spesial itu gak perlu ada rahasianya yg istimewa, sebenarnya dengan meyakini sesuatu itu spesial itu adalah KEISTIMEWAAN sesungguhnya."

Begitulah kira2 Ayah Po berkata. Bahwa dalam mie ayam buatannya gak ada resep yg istimewa hanya saja dia selalu meyakini mie buatannya adalah istimewa maka jadilah dia istimewa.

Hhhmmm... Hv u got the point?

Intinya adalah, "kita adalah apa yg kita pikirkan." ooww... GREAT.

Kalo kita pikir kita gak spesial maka jadilah kita makhluk yg gak spesial, but kalo kita sugesti diri kita adalah spesial maka kita adalah makhluk yg spesial itu.

Simple aja.

Now playing - the world's greatest_R kelly

Okeh, sekarang saya tercerahkan kembali. Terimakasih Po untuk dopingan semangatmu. Ahahaha...

"I'm that star up in the sky, I'm that mountain peak up high. Hey I made it. Hhhmmm...

I'am the world's greatest." -- R kelly


Rabu, 25 April 2012

Ketika semuanya harus berakhir


Pernah gak sih ngalamin diri kita benar2 dekat dengan maut? Atau bahkan nyaris menjadi hari terakhir kita hidup didunia.

Atau pernah gak sih saat mengalami keadaan didekatkan dengan maut, namun kita masih diberi Allah kesempatan untuk hidup.

Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yg seharusnya membuat kita bermuhasabah lagi.

Sudahkah kita siap mengakhiri hidup ini, sudahkah cukup amal kita untuk bertemu dengan Allah, sudahkah mampu kita mempertanggung jawabkan semuanya?

SUDAHKAH?

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya. (3:145)"

Ya. Kematian memang hanya Allah yg punya kuasanya.

Seorang dokter tak punya hak untuk memvonis berapa lam lagi umur pasiennya. Separah apapun penyakit itu.

untuk ketiga kalinya dalam hidupku aku mendekati kematian, NYARIS!

Pertama, saat liburan bersama keluarga ke tempat wisata Bukit Lawang. Saat aku dan yg lainnya sedang bermain disungai dengan ban yg arusnya lumayan deras hingga ban kami terjatuh, berhubung aku memang gak bisa renang, aku hampir saja hanyut dan terbawa arus, tapi Allah berkata lain, melalui bang khoir Allah menyelamatkan ku. Alhamdulillah.

Yang kedua, ini yg benar-benar tragedi yg luar biasa bagiku. Aku ditabrak sebuah mobil. Alhmadulillah, tak terlalu parah dan aku masih bisa bertaubat lagi.

Yang ketiga, selasa, 24 April 2012, sepulang kuliah aku mengalami jatuh dari kereta (re: sepeda motor). Jatuh bukan karena ditabrak lagi tapi karena kesalahan pada keretanya mungkin.

Ahh... Ya Rabb. Jika saja kemarin itu adalah hari terakhir hamba, sungguh belum mampu hamba mempertanggung jawabkan hidup ini.

Mata ini, tangan ini, kaki ini, dan seluruh anggota tubuh ini pasti akan melaporkan kemaksiatan yg hamba lakukan.

Catatan sebelah kiri pasti lebih banyak daripada yg sebelah kanan.

Lebih banyak kufur akan nikmat Mu daripada Syukur apa yg telah Engkau beri.

Lebih banyak mendzolimi diri ini daripada berbuat yg manfaat.

Ya Allah... Sungguh tak ternilai rasa syukur hamba masih Kau beri kesempatan untuk memperbaiki diri. :'(

"@ShamsiAli2: Maka sesungguhnya kematian itu melanda kita setiap saat tanpa tersadarkan. Yg harus disadari adlah bagaimana kematian setiap saat bermakna"

Ya. Yang harus kita sadari dan usahakan adalah kapanpun kematian itu datang, kita bisa mati dalam keadaan khusnul khatimah.

"Ketika semuanya harus berakhir,

Tak ada lagi kesempatan untuk membela diri

Tak ada waktu untuk mengingkari

Ketika semuanya harus berakhir,

Semuanya akan pergi tanpa kecuali

Keluarga, sahabat, suami/istri, anak atau siapapun

Takkan ada yg bersedia menemani

Hanya amal kebajikan yg akan menjadi saksi

Ahh... Harta kekayaan, kecantikan, jabatan, takkan berguna bagiku dihadapan Mu ya Rabbi

Ketika semuanya harus berakhir,

Aku ingin adalah akhir yg baik

Mengatakan pada Mu aku mampu menjadi pemimpin bagi diriku

Ketika semuanya harus berakhir,

Aku mau hanya menyebut Asma Mu

Bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Mu

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (4:78)"

" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (3:185)"

posted from Bloggeroid

Sabtu, 21 April 2012

Sepotong Roti


Pagi2 dihari jum'at, lagi sarapan bareng keluarga, hp bunyi tapi gak tau hp siapa.

Semua pada heboh, tiba2 rina bilang alarm hpku bunyi. Lahh... Mana mungkin aku masang alarm utk jam 7 pagi. Trus rina bangkit menuju kekamar dan bilang "oh, alarm ku kali yg bunyi". Hahahaha... Gokill!

Kenapa nebaknya ke alarm?

Sesampai rina dikamar langsung bilang kalo hp bunyi karena ada telpon.

Hahahaha... Sempat kaget juga ada yg nelpon pagi2 ke hp ku.

Tapiiii.... Ternyataaa... Ibonk yg nelpon. Yeay. :)

Ibonk bilang sambil nunggu antrian kamar mandi mau ngasih tausyiah ke aku, walau singkat tapi manfaat. :)

Kali ini ada ilustrasi tentang kisah sepotong roti.

Suatu hari, ada seorang wanita yg sedang ingin pergi kesuatu tempat, sesampai dibandara dia duduk mau makan roti yg dibawanya, tapi tiba2 saat sepotong roti yg pertama dimakannya ada seorang laki2 disampingnya yg ikut mengambil roti yg sedang dimakannya, si wanita kesal didalam hatinya "ih, kok gak tau malu ngambil roti orang sembarangan".

Namun si wanita tetap membiarkan saja laki2 tsb hingga dia memakan roti yg kedua, laki2 tersebut tetap mengambil roti dengan entengnya, si wanita terus kesal dan menggerutu didalam hati.

Tiba lah siwanita sampai pada roti yg ketiga dan ini roti yg terakhir, dia berfikir dalam hati "apa roti yg ketiga ini jg akan diambilnya?"

Ternyata laki2 tersebut mengambil dan membagi dua roti tersebut dan mengambil separuh untuknya.

Si wanita pergi dengan kesalnya.

Sesampai didalam pesawat, saat membongkar tas nya si wanita terkejut bukan main melihat sebuah plastik. Ternyata plastik itu berisikan rotinya.

Huah! Betapa malunya sang wanita ternyata roti yg dimakannya dari tadi adalah roti laki2 tersebut, ternyata dia lah yg pencuri, bukan laki2 itu. :)

Apa hikmah yg bisa kita ambil dari cerita sepotong roti ini?

Sadar atau tidak, kita sering menyalahkan orang lain saat kita mendapatkan masalah ataupun sedang bersedih.

Kalau lagi galau, kita sering nyalahin lagu lah, cuaca lah, film lah. Ahh. Anehnya!

Kalau kita gagal, kita sering nyalahin orang lain. Nih pasti gara2 dia! Dan bla bla bla.

Lihat dari cerita diatas, dari awal dia udah nyalahin si laki2 gara2 makan roti yg dia sangka itu punya dia, padahal?

Hhmm...

Jadi, mulai sekarang, kalo kita tiba2 galau jangan salahin cuacanya yg mendung deh, coba tanya apa yg membuat hati mu galau, kalo hati ditumbuhi iman sih insyaallah jauh dari galau, mungkin aja hati kita lagi tandus, imannya dari berada di level terendah.

Apapun, saat kita lagi ada masalah, bersedih, gagal, coba jgn pernah nyalahin siapapun, koreksi diri masing2, itu lebih baik.

#Notetomyself

Thx ibonk ku.

Luv.

posted from Bloggeroid

Sabtu, 14 April 2012

Jilbabku, biar Allah saja yg tau!



Kita berhak untuk berpendapat tapi tidak untuk menilai






Ya. Emang benar. Kita berhak berpendapat apapun, tapi tidak untuk menilai seseorang.

Karena tak ada satu manusia pun yg pantas merendahkan manusia yg lainnya, atau merasa lebih hebat/suci dari manusia yg lain.

Kenapa ini??

Kemaren entah kapan tepatnya, aku baca article tentang ukuran jilbab.

Timbul pertanyaan, apakah wanita yg berjilbab panjang lebih mulia dari mereka yg jilbabnya lebih pendek?

Apakah keimanan seseorang bisa dilihat dari jilbab yg dikenakannya?

Heuumm...

Kalo bagiku, kita tak bisa menilai keimanan seseorang hanya dari ukuran jilbabnya, biar Allah saja yg punya hak untuk menilai hamba Nya.

Ketika seorang akhwat dengan jilbab lebar dan panjangnya berani menjudge saudarinya yg berjilbab lebih pendek darinya dengan anggapan mereka yg mengenakan jilbab tak selebar dan sepanjang mereka adalah orang2 yg berada di bawah level mereka, sesungguhnya saat itu juga keimanan nya harus dipertanyakan!

Sekali lagi, tak ada yg berhak menjudge manusia didunia ini kecuali Allah, karena kita tak ada yg tau seperti apa akhir hidup ini. Dan Allah Sang Maha Pembolak balik hati hambaNya.

Jangan sibuk menilai orang lain, sibukkan saja berbenah diri sendiri. Itu lebih baik.

Well, ketika kita berbicara ukuran jilbab jadi teringat ayat Al-qur'an yg menampar hatiku untuk membenahi jilbab ku ;

"…Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab 59)

Ahh.. Ya Rabb! Hingga detik ini hamba masih meneteskan airmata membaca ayat ini.

So, udah jelaskan! Allah menyeru para perumpuan beriman untuk mengulurkan jilbab mereka lebih panjang hingga menutupi dada mereka.

Selesai. titik. No tawar-tawar.

Jujur. Dulu. Entah kenapa selama aku memperhatikan para akhwat dengan jibab lebar mereka, aku gak pernah ngasih respon positif, bagiku mereka itu cuma mau bergaul dengan sesama pengguna jilbab lebar, cuma mau senyum, dan mengucap salam dengan sesama mereka. Pokoknya dimataku banyak negatifnya.

Tapi, aku gak bisa menutup mata, dan langsung berpendapat pukul rata begitu saja.

Karena didepan mataku ada akhwat berjilbab lebar, bersahaja, dan sangat tulus, yaitu kak Ira. Ahh.. Iya, kak Ira.

Sosok kakak mentoring yg dengan ikhlas hati berpanas-panasan datang ke sekolah kami demi membimbing kami di Rohis keputrian di zaman SMA.

Kak Ira dengan sabarnya membimbing kami tanpa imbalan apapun, dengan tulusnya membina kami adik2 nya ini yg teramat bandel. Yg kalo udah waktu nya keputrian punya seribu alasan utk gak datang. *kangen kak ira* :'(

Mana boleh aku melupakan sosok kak ira, dan karena itu image negatif yg ku bangun sedikit pudar tentang mereka yg jilbabnya lebar. :)

Kemudian, puncak image jelek itu hilang sama sekali ketika aku di ajak ibonk makan burger di tempat kawan ibonk kuliah, Subhanallah... Dia Bersahabat sekalii... Walau saat datang kesana hanya aku yg tak berjilbab seperti mereka namun dia begitu hangat padaku.

Perlahan, dengan cara Allah yg tak bisa dirumuskan oleh manusia, Allah memberikan hidayah kedalam hati ini, aku memutuskan untuk berjilbab lebih lebar dan menutupi dada pastinya. :)

Bukan karena ingin terlihat lebih mulia, bukan karena ingin tampak suci, atau paling alim, jilbab ku ini ku niatkan hanya karena Allah saja, toh predikat Mulia hanya Allah yg punya kuasa untuk memberikan kepada hambaNya, kenapa harus sok2an dimata manusia jika mungkin kita hina di mata Allah.

Cukup bagiku Allah saja yg menilai jilbab ini. :)

"jika jilbab, hanya sehelai kain ringan menutupi kepala, kenapa begitu berat kita menyempurnakannya? Semoga cinta kepada Nya mencukupkan niat." -- Asma Nadia

"Jika benar berpikir akhirat sebagai tujuan, lalu apa yg mencegahmu untuk segera menyempurnakan ketaatan?" -- Asma Nadia

Sabtu, 25 Februari 2012

Agar Bidadari Cemburu Padamu


" Setangkai cinderahati untuk wanita shalihah pendamba syurga, pembuat iri bidadari dan para lelaki yg ingin menikahi "

Subhanallah... :')

Ini lah kalimat pembuka dari buku Ust. Salim A Fillah.

Siapapun yg ingin menjadi bidadari syurga Nya pasti tergugah dengan untaian kalimat ust. Salim dalam bukunya 'Agar bidadari cemburu padamu'

Terus yg jadi pertanyaan, beneran nih para bidadari syurga bisa cemburu pada kita?

Ternyata benar! Para bidadari syurga bisa cemburu pada para wanita mulia didunia, para calon penghuni syurga!

Aaahh... Betapa tak pantas hamba mendamba syurga Mu ya Allah. Tapi sungguh hamba ingin membuat para bidadari Mu cemburu!

Hamba yakin Engkau menyaksikan niat yg hamba ucapkan dalam hati.

Berpanas2 berhijab setiap saat, menjadi bahan2 gosipan orang2 yg menatap penampilan dengan hijab, merelakan baju2 kesayangan yg tak pantas lagi dikenakan.

Semoga para bidadari Mu cemburu menatap hamba yg berpeluh memperjuangkan hijab.

Semoga para bidadari Mu cemburu menatap hamba yg berjuang meraih hidayah Mu.

Semoga para bidadari Mu cemburu menatap hamba yg tak cemburu pada mereka yg hidup bahagia tanpa ujian dan cobaan di syurga Mu.

Minggu, 15 Januari 2012

Setitik cahaya di hati


Seperti malam yg terus bertahan dengan cahaya bulan
aku ingin setitik cahaya iman ini terus menemani, disini, dihati ini
selamanya tak pernah redup menerangi jalan hidup yg mungkin akan diterpa sepi
aku mau tetap kuat berdiri melalui kegelapan bersama cahaya iman ku di hati
jangan biarkan dia pergi wahai Rabbi karena aku akan susah mencari dan mungkin aku tak tau harus memulai dari mana lagi menghidupkan cahaya di hati ini
biarkan dia bersinar menerangi langkah ku hingga aku benar-benar berada dikehidupan abadi

Medan, 15 januari 2012

Uwa ♥


Sabtu, 24 Desember 2011

saat pacaran jadi kewajiban


Dari judulnya, kayak2nya tulisan kali ini sangat teramat serius. Knp begitu??? Karena aku ingin menulis penomena apa yg ada disekelilingku.


Check it out... :)


Judulnya : "saat pacaran jadi kewajiban" bener gak sih... Bener kan ya... Yaiyalah pastinya.


Menulis ini aku bukan mau jadi sok-sok suci atau sok jadi orang paling bener, tapi karena aku siap mempertanggungjawabkan apa yg aku tulis, aku cuma mau membuat benteng hatiku semakin kokoh dan mengingatkan diriku sendiri. Syukur2 kalo ada yg tergugah dan sama2 menjadi lebih baik lagi. :)


Pacaran di zaman sekarang kalo aku lihat jadi suatu keharusan yg harus di lakukan, kalo gak akan ada dampak dalam kehidupan sosial kita, kenapa aku bilang gitu?

Liat aja, kalo ada seorang remaja bertanya dengan teman sebayanya : "eh kau punya pacar?"  terus si kawan bilang :"enggak..." tau sendiri dong apa yg terjadi... Si kawan pasti akan melecehkan si kawan yg gak punya pacar, dan... dengan rasa rendah diri si kawan yg gak punya pacar usaha mati2an untuk punya pacar juga. Suatu keharusan kan???


Atauu... Gak usah lah tentang di tanya2 orang, simple nya aja saat remaja harus hidup ditengah2 lingkungan yg smw nya pelaku paham pacaran, imannya pasti terguncang terus menerus hingga sampai titik akhirnya dia pun terjerumus, sekali lagi LINGKUNGAN adalah faktor yg paling mempengaruhi.


Contohnya aku, masa remaja ku berada ditengah pelaku pacaran itu, dan pelakunya adalah sahabat2 ku, rata2 mereka punya mantan pacar lebih dari satu.


Yakin lu wa bisa bertahan?

Jawabannya YA. Hingga umurku 20 tahun, segala puji bagi Allah, aku masih bertahan. Bukan sombong, tapi bertahan ku pun bukan perjuangan yg sepele, seringkali ada airmata yg jatuh saat menyadari aku tak seperti mereka, bayangkan... Aku merasa masa2 ku diumur belasan tahun ku jalani dgn tdk normal, kenapa?? Ya karena pacaran itu, ya karena lingkungan sosial ku itu. Bayangkan, aku hari2 hanya mendengarkan semua cerita merah jambu mereka, ikut tertawa saat mereka tertawa, dan bahkan aku mencoba memahami apa yg mereka jalani. Dilema ini masih ku alami hingga sekarang. Dilema dimana aku harus mendengar pacar2 baru mereka, memahami apa yg mereka inginkan dari hubungan itu.


Namun Jika dulu aku menangis karena ingin seperti mereka, sekarang aku menangis karena aku ingin mempertahankan apa yg ku yakini tentang aturanNya.


Hingga detik ini aku masih memaksa otak ku mencari jawaban apa sih tujuan yg ingin mereka capai dalam pacaran? Pernikahan?? Bullshit.... Boleh tanya deh sama mereka pelaku pacaran, yakin bakal nikah sama pacarnya???


Oh iya, ada satu paradigma berpikir orang2 yg miris sekali menurutku, mereka bilang orang2 yg gak pacaran bakal lama menikah atau dibilang jadi perawan tua...

Oowwhh.... Sejak kapan yg menentukan jodoh itu adalah seberapa banyak kita punya pacar, atau seberapa lama kita pacaran? Syirikk mah itu namanya! Maut, rezeki dan jodoh itu ditangan Allah, Allah yg berhak menetapkan siapa jodoh yg tepat buat kita, dan lagi2 yg membuatku bahagia akan janji Allah; lelaki baik utk wanita yg baik begitu pula sebaliknya. :)

Eeittss... Bukan mau bilang kalau aku ini wanita yg udh pasti dpt laki2 yg baik, tapi aku adalah wanita yg terus berusaha menjadi baik utk mendapatkan yg terbaik.


Aku tau konsekwensi menulis ini, karena beratus juta orang mungkin akan murka, sinis, dan benci dengan tulisan ini. Mereka para pelaku paham pacaran akan menganggapku wanita paling munafik, sekali lagi aku tegaskan aku pun pernah mengalami masa2 ingin merasakan seperti apa pacaran, tapi tidak lagi utk saat ini.


Setelah aku amati pacaran itu cuma utk :

1. Jaga gengsi : mereka : malu dong ya sama temen2 kalo ketahuan gak punya pacar | aku : bangga bisa menjadi diriku tanpa harus menjadi sprti mereka.


2. Have fun aja : terlalu sepele pacaran dianggap sesuatu yg buat kita have fun, ya kaliii mereka lupa kbr air mata galau saat putus atau tau si doi selingkuh.


3. Biar ada yg merhatiin : ouuhh yeeaa...?? Apakabar orangtua dan keluarga kita ???


Dan masih byk yg lainnya alasan mereka pacaran Ahh... Entahlah...


Yg pasti aku akan jadi orang yg paling meradang kalo harus izin, laporan, setiap lima menit sekali sama pacar kita, udah melebihi tahanan kota ya???


Ada lagi hal yg plg absurd menurut aku dlm hal pacaran, byk org yg mengatakan, "aku kalo pacaran selalu serius" SERIUS dlm pacaran, contohnya seperti apa ya???

Yg lucunya dia ngomong gitu tapi mantan pacar nya mgkn melebihi hitungan jari, itu membuktikan dia itu bullshit... Klo serius harus berani mempertahanin sampe ke jenjang pernikahan dan maut memisahkan dong... Tapi faktanya dia seriusnya dalam berkelana, mencoba sana sini.


Yang terpenting adalah gak usah takut saat kau tak pernah mempunyai pacar, jodohmu bkn ditentukan siapa pacarmu, karena pasti ada seseorang yg telah diciptakan Allah untukmu, dia kan datang dgn waktu yg tepat!


Kalo prinsip ku : "aku tdk meninginkan pacar utk jd suami, tapi aku menginginkan suami yg akan menjadi pacarku."


Intinya, aku mengahargai kalian dgn cara berfikir kalian, aku hanya miris saat remaja2 sekarang harus di bullying sama budaya pacaran, harus terikat dengan komitmen abstrak dan tak punya tujuan, dan mereka tak memiliki benteng pertahanan.

Semoga budaya yg menjamur dan mudah menular ini tak menghampiriku apalagi mengusik hidup ku.


Sekian. :)


_UWA_


Published with Blogger-droid v2.0.2

Senin, 05 Desember 2011

wanita baik diciptakan utk lelaki baik

Sebelum aku menulis semua isi hatiku, aku mau mencantumkan sms yg dikirim salah satu sahabat ku, dan sms ini brhasil buat aku nangis...

"Wahai saudara/i ku yg shaleh/a, jagalah dirimu dan hatimu baik2 krna Allah, agar kelak Allah mmberikan se2orang kpadamu, se2org yg jga menjaga dri'a n hati'a.
Jgn brsedih jka hnya krna kmu tdk mrasakan kmesraan2 n prhatian2 yg tdk halal itu, tp brsedihlah ktka se2org yg blm tentu menjadi mlikmu,dgn bebas'a mmasuki hatimu, mngusik perhatianmu, n mngjakmu untk murka Allah.
Ingatlah, ktika it trjadi maka air mata yg tmpah bkanlah ridha Allah.
Brsbarlah kwan, krna wkt it akan tiba.
Waktu ktika Allah mgganti ksbaran kita dgn mmbrikan se2org yg jga brsbar mnjaga hati'a untk kita.
N apabla airmatamu tumpah dlm pjuangan ini, mka ridha Allahlah yg kmu proleh krna kamu tlah mnempatkan cinta pda fitrahnya.
Sungguh indh bkan? Indah bgi org2 yg mghargai dri'a n hati'a untk Allah swt." ;-)

Sms ini memberikan semangat yg luarbiasa bagiku. Seperti memberi kekuatan lebih utk ku dalam membangun benteng pertahanan yg telah ku jaga sejak aku menginjak remaja sampai sekarang aku berumur 20 tahun...

BENTENG??? Benteng apa coba???

Benteng ini kusebut benteng hati, komitmen yg kubangun dengan kepercayaan dan keyakinan..

Apasih?? Makin bingung??

Hahaha...

Dalam hidup ini aku yakin pada setiap yg Allah katakan. Allah melarang sesuatu pasti ada hikmah yg terbaik dibalik itu semua!

Oke, to the point! Benteng itu adalah ketidakkepercayaan ku pada yg namanya PACARAN.

Munafik??? Oohh tentu tidak!

Aku gak munafik kalo aku pernah bahkan selalu ingin punya pacar sama seperti wanita2 seumuranku. Ya, seperti wanita2 yg berumur 20 tahun yg lain.

Aku juga pengen merasakan apa yg mereka rasakan! Tapi, ini HIDUP dalam hidup kita harus memilih dan berjuang, dan bertahan pada pilihan yg terbaik itu. Ya, aku telah memilih utk percaya pada setiap kalimat dalam surat cinta dari Allah, yg menjadi penawar hati dikala gundah itulah surat cinta teromantis yg ada didunia ini, AL-QUR'AN

Aku percaya dan sangat percaya pada sepenggal untaian ayat ini "…wanita yg baik diciptakan utk laki-laki yg baik, dan wanita yg keji diciptakan utk laki-laki yg keji" QS. An-nur : 26

Ketika kisah ini aku ceritakan pada orang lain pasti aku ditertawakan, di anggap culun, atau apalah sebutan utk orang yg tak pernah pacaran dimata mereka.

Tapi bagiku ini suci! Ini pilihan ku, ini komitmen ku.

Kalau mereka ingin dihargai haknya utk berkomitmen utk pacaran, knp mereka seolah tak mau menghargai orang2 yg memilih utk tdk pacaran?

Hah! Yasudahlah ya... Terserah orang2 mau bilang aku ini BASI, aku takkan terusik, aku punya Allah!

"Ya Rabb Semoga Engkau senantiasa memberiku kekuatan menjaga hati ini utk terus suci, dan aku bisa terus memperkokoh benteng pertahanan hati ini hingga tiba saatnya aku bertemu laki-laki terbaik yg menjaga hatinya juga.

Bismillah, semoga iman ini takkan pernah goyah!

Published with Blogger-droid v2.0.1

Sabtu, 05 November 2011

ternyata masih tersisa, manusia langka

Utk kesempatan posting tulisan kali ini aku mau cerita tentang orang jujur. Heemm... Orang jujur!

*apa yg ada dipikiran kalian tntg org yg jujur?* Jujur aja nih yaa... Awalnya aku gak percaya masi ada orang jujur didunia ini.*efek tgkt korupsi merajalela di Indonesia* Entahlah, krn efek tv, sinetron (maaf sy bnci sinetron), atau berita2 negatif d tv atau apalah itu yg membuat aku jadi orang yg memiliki krisis kepercayaan kpd oranglain.

Ya itu dia, aku gak percaya masih ada tersisa orang jujur didunia ini. Tapi semua berubah semenjak kejadian di hari kamis minggu kedua di bulan oktober entah tggl brp itu. Begini ceritanya; Sepulang kuliah aku n temanku prg k warnet ngerjain tugas, satu jam berlalu entah knp tangan aku ini kegatalan ngambil hp dr dlm tas, udah tau aku ini orangnya teledor siap megang hp bukannya aku masukin lg kdlm tas malah aku letakkan di atas meja komputernya. Dan sudah tertebakkan apa yg terjadiii???

Jreng... Jreng... Jreng...

Setelah dua jam terlena dalam pencarian tugas di warnet itu aku dan teman ku pun keluar dr warnet menuju tempat ngeprint, satu jam aku di tmp ngeprint itu tiba2 aku nyadar pengen liat hp.

Periksa sana periksa sini dengan wajah pucat pasi, hasilnya NIHIL. Aku gak nemuin hp didalam tasku. Aku dan si teman lgsg pergi kewarnet yg tadi, saat itu aku cuma berdo'a, berdzikir, namun aku gak yakin hp itu masih ada.

Gimana bisa yakin coba? Jelas2 hp itu aku taruh di atas meja yg dengan sangat teramat mudah di ambil abang-abang yg duduk disebelah aku.

Dan... Begitu nyampe warnet. Aku langsung nanya sama penjaga warnet yg kebetulan perempuan.

Belum selesai aku ngomong si kakak langsung bilang "yang tadi ketinggalan handphone ya??" si kakak langsung ngasih hp ku...

Huuhhh... Aku legaaaa... Alhamdulillah... Aku teriak2, dan bilang makasi sama si kakak itu, kemudian pulang.

Sepanjang jalan aku terus ucapin Alhamdulillah dan mikir, masih ada ya abang2 yg mau jujur, padahal kesempatan emas didepannya, dan dia malah memilih jujur. BAYANGKAN... Abang itu JUJUR, Satu kata yg langka didunia ini khususnya indonesia kita ini.

Dugaan awal ku salah, aku salah menilai abang itu.. Aku fikir hp itu pasti diambilnya. Ternyata dia orang jujur yg langka itu...

Jaman sekarang, bukan rahasia lagi kalau flashdisk saja tertinggal di warnet jangan harap saat kita sadar dan datang lg kesitu flashdisk itu masih ada, pasti orang2 seisi warnet pada bilang "ENGGAK TAU" , "ENGGAK LIAT TUH" pasti itu jawabannya..

Sayang aku gak liat wajah abang itu waktu duduk disebelahnya, aku cuma bisa do'ain dia, aku berdoa Semoga Allah menaungi hidupnya dalam segala kebaikan.. Amiiinnn ya Rabb...

*thx yah abang2 yg diwarnet, semoga Allah melimpahkan mu kebaikan melebihi kebaikan yg telah kau lakukan*

_uwa_ ツ



Published with Blogger-droid v2.0.1

Jumat, 20 Mei 2011

aku,buya,dan 050908

Menceritakan setiap kehebatan dan keluarbiasaan buyaku takkan ada habisnya.

Aku,buya dan 050908, ada cerita yang mendalam yang diawali dengan tanggal itu.

Tanggal itu pertama sekali aku masuk ke bimbel utk msuk ke universitas ternama di negeri ini.

Utk bisa masuk bimbel itu, aku selalu merasa takjub. Gimana enggak? Biaya bimbel nya mencapai 10 juta. Angka itu bukan angka biasa untuk aku yang bukan berasal dari keluarga yang berlebih materi, tapi aku selalu bersyukur karena Allah selalu memberikan rezeki yg cukup.

Awalnya aku ragu utk masuk bimbel itu, tapi buya terlalu ingin anaknya bisa masuk di universitas x itu.
Akhirnya buya dpt uang 10 juta dengan minjam uang di bank.
Itu masih awal pengorbanan yg buya lakukan, masih byk pengorbanan lain yg selalu membuat ku menangis kalo mengingatnya.

Setahun aku bimbel disana dengan setia buya ku mengantar dan menjemput aku. Panas terik bahkan hujan pun ditempuhnya.

Aku punya cerita saat buya harus menempuh hujan demi untuk menjemput aku.
Sore menjelang maghrib, seperti biasa buya jemput aku di tempat bimbel, ditengah perjalanan ternyata hujan turun dengan derasnya. Ternyata buya lupa bawa mantel hujan. Buya sampai dengan basah kuyub, aku hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Disepanjang jalan menuju rumah aku menangis dan berjanji aku akan wujudin impian buyaku.

Setahun berjalan, bimbel pun berakhir. Test masuk universitas x pun berlangsung, aku hanya bisa usaha semaksimal mungkin dan berdoa pastinya.

Menanti pengumuman, aku terus berdoa aku hanya ingin wujudin impian buya, hanya ingin melihat tangis bahagianya. Aku yakin buya gak butuh uang 10 juta itu kembali, buya hanya mau aku lulus.

Pengumuman didepan mata, aku dan buya menyaksikan nama ku tak tertera di kertas nama-nama orang yang lulus.
Kalimat singkat ku dengar dari buya, "belum rezeki" katanya.
Aku masuk kekamar dan menangis sepuasnya. Ketegaran buya semakin membuatku terluka.
Buya ku memang hebat.:')

Karena buya aku berusaha utk kuat, tegar dan seolah-olah tak pernah ada air mata. Padahal aku rapuh serapuh-rapuhnya.

Buya nyaranin aku utk kuliah d universitas swasta, dan aku menurutinya.
Lagi-lagi harapan ku hanya utk kebahagiaannya.

Setahun berlalu, sahabat seperjuangan ku di bimbel itu tetap ingin mengikuti test masuk utk ke dua kalinya, namun aku tak berminat lagi.
Disaat pengumuman nya, lukaku terusik lagi, dia sahabat ku lulus masuk universitas yang dulu kami berdua impikan. Tapi dia yang bisa pergi kesana. Dan aku hanya bisa terluka utk kedua kalinya.

Sekarang, aku hanya bisa yakinin diriku ada tempat dan cara yang berbeda yg Allah siapkan utk ku agar bisa menjadi kebanggaan buya ku.

* menulis ini dengan linangan air mata:'(
Published with Blogger-droid v1.6.9