Sabtu, 24 Desember 2011
saat pacaran jadi kewajiban
Dari judulnya, kayak2nya tulisan kali ini sangat teramat serius. Knp begitu??? Karena aku ingin menulis penomena apa yg ada disekelilingku.
Check it out... :)
Judulnya : "saat pacaran jadi kewajiban" bener gak sih... Bener kan ya... Yaiyalah pastinya.
Menulis ini aku bukan mau jadi sok-sok suci atau sok jadi orang paling bener, tapi karena aku siap mempertanggungjawabkan apa yg aku tulis, aku cuma mau membuat benteng hatiku semakin kokoh dan mengingatkan diriku sendiri. Syukur2 kalo ada yg tergugah dan sama2 menjadi lebih baik lagi. :)
Pacaran di zaman sekarang kalo aku lihat jadi suatu keharusan yg harus di lakukan, kalo gak akan ada dampak dalam kehidupan sosial kita, kenapa aku bilang gitu?
Liat aja, kalo ada seorang remaja bertanya dengan teman sebayanya : "eh kau punya pacar?" terus si kawan bilang :"enggak..." tau sendiri dong apa yg terjadi... Si kawan pasti akan melecehkan si kawan yg gak punya pacar, dan... dengan rasa rendah diri si kawan yg gak punya pacar usaha mati2an untuk punya pacar juga. Suatu keharusan kan???
Atauu... Gak usah lah tentang di tanya2 orang, simple nya aja saat remaja harus hidup ditengah2 lingkungan yg smw nya pelaku paham pacaran, imannya pasti terguncang terus menerus hingga sampai titik akhirnya dia pun terjerumus, sekali lagi LINGKUNGAN adalah faktor yg paling mempengaruhi.
Contohnya aku, masa remaja ku berada ditengah pelaku pacaran itu, dan pelakunya adalah sahabat2 ku, rata2 mereka punya mantan pacar lebih dari satu.
Yakin lu wa bisa bertahan?
Jawabannya YA. Hingga umurku 20 tahun, segala puji bagi Allah, aku masih bertahan. Bukan sombong, tapi bertahan ku pun bukan perjuangan yg sepele, seringkali ada airmata yg jatuh saat menyadari aku tak seperti mereka, bayangkan... Aku merasa masa2 ku diumur belasan tahun ku jalani dgn tdk normal, kenapa?? Ya karena pacaran itu, ya karena lingkungan sosial ku itu. Bayangkan, aku hari2 hanya mendengarkan semua cerita merah jambu mereka, ikut tertawa saat mereka tertawa, dan bahkan aku mencoba memahami apa yg mereka jalani. Dilema ini masih ku alami hingga sekarang. Dilema dimana aku harus mendengar pacar2 baru mereka, memahami apa yg mereka inginkan dari hubungan itu.
Namun Jika dulu aku menangis karena ingin seperti mereka, sekarang aku menangis karena aku ingin mempertahankan apa yg ku yakini tentang aturanNya.
Hingga detik ini aku masih memaksa otak ku mencari jawaban apa sih tujuan yg ingin mereka capai dalam pacaran? Pernikahan?? Bullshit.... Boleh tanya deh sama mereka pelaku pacaran, yakin bakal nikah sama pacarnya???
Oh iya, ada satu paradigma berpikir orang2 yg miris sekali menurutku, mereka bilang orang2 yg gak pacaran bakal lama menikah atau dibilang jadi perawan tua...
Oowwhh.... Sejak kapan yg menentukan jodoh itu adalah seberapa banyak kita punya pacar, atau seberapa lama kita pacaran? Syirikk mah itu namanya! Maut, rezeki dan jodoh itu ditangan Allah, Allah yg berhak menetapkan siapa jodoh yg tepat buat kita, dan lagi2 yg membuatku bahagia akan janji Allah; lelaki baik utk wanita yg baik begitu pula sebaliknya. :)
Eeittss... Bukan mau bilang kalau aku ini wanita yg udh pasti dpt laki2 yg baik, tapi aku adalah wanita yg terus berusaha menjadi baik utk mendapatkan yg terbaik.
Aku tau konsekwensi menulis ini, karena beratus juta orang mungkin akan murka, sinis, dan benci dengan tulisan ini. Mereka para pelaku paham pacaran akan menganggapku wanita paling munafik, sekali lagi aku tegaskan aku pun pernah mengalami masa2 ingin merasakan seperti apa pacaran, tapi tidak lagi utk saat ini.
Setelah aku amati pacaran itu cuma utk :
1. Jaga gengsi : mereka : malu dong ya sama temen2 kalo ketahuan gak punya pacar | aku : bangga bisa menjadi diriku tanpa harus menjadi sprti mereka.
2. Have fun aja : terlalu sepele pacaran dianggap sesuatu yg buat kita have fun, ya kaliii mereka lupa kbr air mata galau saat putus atau tau si doi selingkuh.
3. Biar ada yg merhatiin : ouuhh yeeaa...?? Apakabar orangtua dan keluarga kita ???
Dan masih byk yg lainnya alasan mereka pacaran Ahh... Entahlah...
Yg pasti aku akan jadi orang yg paling meradang kalo harus izin, laporan, setiap lima menit sekali sama pacar kita, udah melebihi tahanan kota ya???
Ada lagi hal yg plg absurd menurut aku dlm hal pacaran, byk org yg mengatakan, "aku kalo pacaran selalu serius" SERIUS dlm pacaran, contohnya seperti apa ya???
Yg lucunya dia ngomong gitu tapi mantan pacar nya mgkn melebihi hitungan jari, itu membuktikan dia itu bullshit... Klo serius harus berani mempertahanin sampe ke jenjang pernikahan dan maut memisahkan dong... Tapi faktanya dia seriusnya dalam berkelana, mencoba sana sini.
Yang terpenting adalah gak usah takut saat kau tak pernah mempunyai pacar, jodohmu bkn ditentukan siapa pacarmu, karena pasti ada seseorang yg telah diciptakan Allah untukmu, dia kan datang dgn waktu yg tepat!
Kalo prinsip ku : "aku tdk meninginkan pacar utk jd suami, tapi aku menginginkan suami yg akan menjadi pacarku."
Intinya, aku mengahargai kalian dgn cara berfikir kalian, aku hanya miris saat remaja2 sekarang harus di bullying sama budaya pacaran, harus terikat dengan komitmen abstrak dan tak punya tujuan, dan mereka tak memiliki benteng pertahanan.
Semoga budaya yg menjamur dan mudah menular ini tak menghampiriku apalagi mengusik hidup ku.
Sekian. :)
_UWA_
Published with Blogger-droid v2.0.2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar