Note: ( setiap huruf yang tertulis, paling utama tertuju kepada diri saya sendiri, bukan utk menggurui apalagi menganggap hati saya paling suci. #NOTE TO MY SELF! )
"Barangsiapa yang memiliki anak perempuan yang telah mencapai usia dua belas tahun (usia baligh), kemudian ia tidak bersegera menikahkannya, maka jika anak perempuan melakukan suatu perbuatan dosa, dosanya akan ditanggung oleh sang ayah." (HR AL BAIHAQI, DARI ANAS IBN MALIK)
Maka tataplah ayah...
Saat ada hasrat ingin menodai hati
Maka tataplah ayah...
rambutnya yang tak sehitam pekat dulu lagi
Warna itu berubah seiring pengorbanan yang telah ia beri
Maka tataplah ayah lebih dalam...
Pandangi matanya
Mata sendu itu yang selalu merindu senyum kecil kita
Pantaskah kita bersedih karena merindu lelaki yang tak sebanding dengan kehebatan pebgorbanan ayah?
Maka tataplah ayah...
Resapi makna senyumnya
Kalimat apa yang selalu diucapkannya dari bibir itu?
Ayah hanya ingin gadis kecilnya bahagia, itu saja
Maka tataplah ayah lebih dalam lagi...
Masihkah tubuhnya segagah yang dulu?
Maka tataplah ayah...
Tangan yang kekar itu yang selalu ingin menjaga kita
Menggendong saat kita terjatuh lalu membelai sayang sambil menghapuskan airmata
Maka tataplah ayah...
Kakinya betapa jauh sudah melangkah untuk menafkahi kebutuhan keluarga
Maka tataplah ayah yang tak pernah egois untuk kebahagiannya saja
Keringat itu adalah tetesan air mulia dari ayah untuk kita
Setiap ayah pasti selalu berdo'a agar kelak gadis kecilnya mendapat lelaki ahli syurga
Karena ayah takkan rela gadis kecil kesayangannya terluka
Maka tataplah ayah...
Akan ada airmata bahagia dimatanya saat menyerahkan kita pada lelaki yang didamba
Walau ayah tak pernah rela gadis kecilnya kini akan dijaga lelaki selain dia
Maka tataplah ayah...
Pantaskah kita membiarkannya menanggung dosa kita?
Pantaskah tubuh yang sudah berlelah-lelah didunia untuk kita disiksa di akhirat karena kita pula?
Pantaskah dosa kita gadis kecil yang selalu dibanggakannya melimpahkan dosa kepadanya?
Pantaskah ayah mendapataknnya?
Ayah layak bahagia...
Dan tempat paling bahagia hanyalah SyurgaNya
Ayah tak boleh menangis di akhirat karena perbuatan kita gadis kecil kesayangannya
Maka ingatlah ayah jika kita mulai tergoda untuk melakukan dosa kepada Nya
Biarkan dengan bangga ayah merelakan kita kepada pangeran jiwa calon penghuni syurga karena kita menjadi putri terbaik ayah yang menjaga marwah nya sebagai wanita
Maka tataplah ayah...
Bisikkan dalam jiwa kita, ayah adalah calon penghuni syurga... :')
Ayah pantas mendapatkannya.
♥ AYAH
Published with Blogger-droid v2.0.6
0 komentar:
Posting Komentar