Rabu, 25 April 2012
Ketika semuanya harus berakhir
Pernah gak sih ngalamin diri kita benar2 dekat dengan maut? Atau bahkan nyaris menjadi hari terakhir kita hidup didunia.
Atau pernah gak sih saat mengalami keadaan didekatkan dengan maut, namun kita masih diberi Allah kesempatan untuk hidup.
Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yg seharusnya membuat kita bermuhasabah lagi.
Sudahkah kita siap mengakhiri hidup ini, sudahkah cukup amal kita untuk bertemu dengan Allah, sudahkah mampu kita mempertanggung jawabkan semuanya?
SUDAHKAH?
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya. (3:145)"
Ya. Kematian memang hanya Allah yg punya kuasanya.
Seorang dokter tak punya hak untuk memvonis berapa lam lagi umur pasiennya. Separah apapun penyakit itu.
untuk ketiga kalinya dalam hidupku aku mendekati kematian, NYARIS!
Pertama, saat liburan bersama keluarga ke tempat wisata Bukit Lawang. Saat aku dan yg lainnya sedang bermain disungai dengan ban yg arusnya lumayan deras hingga ban kami terjatuh, berhubung aku memang gak bisa renang, aku hampir saja hanyut dan terbawa arus, tapi Allah berkata lain, melalui bang khoir Allah menyelamatkan ku. Alhamdulillah.
Yang kedua, ini yg benar-benar tragedi yg luar biasa bagiku. Aku ditabrak sebuah mobil. Alhmadulillah, tak terlalu parah dan aku masih bisa bertaubat lagi.
Yang ketiga, selasa, 24 April 2012, sepulang kuliah aku mengalami jatuh dari kereta (re: sepeda motor). Jatuh bukan karena ditabrak lagi tapi karena kesalahan pada keretanya mungkin.
Ahh... Ya Rabb. Jika saja kemarin itu adalah hari terakhir hamba, sungguh belum mampu hamba mempertanggung jawabkan hidup ini.
Mata ini, tangan ini, kaki ini, dan seluruh anggota tubuh ini pasti akan melaporkan kemaksiatan yg hamba lakukan.
Catatan sebelah kiri pasti lebih banyak daripada yg sebelah kanan.
Lebih banyak kufur akan nikmat Mu daripada Syukur apa yg telah Engkau beri.
Lebih banyak mendzolimi diri ini daripada berbuat yg manfaat.
Ya Allah... Sungguh tak ternilai rasa syukur hamba masih Kau beri kesempatan untuk memperbaiki diri. :'(
"@ShamsiAli2: Maka sesungguhnya kematian itu melanda kita setiap saat tanpa tersadarkan. Yg harus disadari adlah bagaimana kematian setiap saat bermakna"
Ya. Yang harus kita sadari dan usahakan adalah kapanpun kematian itu datang, kita bisa mati dalam keadaan khusnul khatimah.
"Ketika semuanya harus berakhir,
Tak ada lagi kesempatan untuk membela diri
Tak ada waktu untuk mengingkari
Ketika semuanya harus berakhir,
Semuanya akan pergi tanpa kecuali
Keluarga, sahabat, suami/istri, anak atau siapapun
Takkan ada yg bersedia menemani
Hanya amal kebajikan yg akan menjadi saksi
Ahh... Harta kekayaan, kecantikan, jabatan, takkan berguna bagiku dihadapan Mu ya Rabbi
Ketika semuanya harus berakhir,
Aku ingin adalah akhir yg baik
Mengatakan pada Mu aku mampu menjadi pemimpin bagi diriku
Ketika semuanya harus berakhir,
Aku mau hanya menyebut Asma Mu
Bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Mu
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (4:78)"
" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (3:185)"
posted from Bloggeroid
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar