Saat banyak anak-anak yang merindukan kasih sayang seorang Ayah dalam hidupnya, mendambakan perhatian dari sosok Ayah, saat itu aku merasa menjadi anak yang paling beruntung, cause I get it All in my DAD! Yeah.. He's Father number one in this world.
Through the rain.
Seolah melalui kenangan berjuang menempuh hujan adalah cara Allah untuk menjadikan momen itu untuk mengingatkanku agar terus berjuang mewujudkan setiap mimpiku untuk menjadi kebanggaan Buya.
All that i've made about my dreams just to see u proud of me, dad!
27 April 2012
Berhubung tangan kiri masih terkilir dan akunya masih trauma naik kereta (re: sepeda motor) pergi kekampus aku naek angkot, pulangnya buya nawarin untuk jemput.
Saat menjelang berakhirnya kuliah, liat cuaca mendung gak berapa lama kemudian hujan, aku langsung kepikiran kalo yg datang jemput tetap buya, naek kereta pula udah pasti buya bakal hujan2an datang kekampus dengan mantel hujannya.
Aku berharapnya bang khoir yg jemput naik mobil.
Tapii... Ahh ya Rabb. *nangis*
Yang datang jemput adalah buya.
Petir dan hujan yg lebat tak membuat buyaku gentar untuk datang menjemput.
Sepanjang jalan menuju rumah hujan tak berhenti, ditambah dijalanan banjir pula.
Unfortunately, seperempat jalan untuk nyampe rumah tiba-tiba kereta mogok.
Kereta yg dibeli tahun 2007 itu tak bisa bertahan ditengah perjalanan yg digenangi air.
Alhasil Mogoklah dia ditengah jalan yg lagi ramai-ramainya.
Bayangin. Hujan, banjir, dan kondisi jalan yg teramat ramai.
Benar-benar kondisi terjepit karena kami berada ditengah.
Tanpa pikir panjang, buya turun dan nyuruh aku untuk tetap duduk diatas kereta dan buya bilang "pegang bahu buya yg kuat" untuk apa? Ternyata buya dorongin aku yg duduk diatas kereta menuju pinggir jalan. Suara klakson mobil, angkot, dan kendaraan apapun, bunyi silih berganti karena terganggu oleh kami.
Nyeesssss.... Sumpah! Nyeseekkk bangett... :'( Buyakuuu...
Aku nangis. Sambil berdo'a karena aku tau, saat hujan adalah waktu mustajab untuk berdo'a. Do'a ku tak lain hanya ingin mewujudkan mimpi2 buya.
Sempat sih kesal dan kecewa sama bang khoir kenapa dia gak mau jemput aku naik mobil. Tapi aku tersadar, kalo gak ada kejadian ini, mungkin semangatku takkan naik sederastis ini.
Tak ku pedulikan lagi sikap abangku itu.
Buya bilang, "seandainya buya bisa nyetir kita gak akan basah basahan kayak gini."
Ahh... Buya ku.. :'(
Buya, kau mengajarkan ku untuk menjadi orang yang tangguh
Bertahan ditengah hujan
Itu yg kau perlihatkan padaku
Seolah ada makna yg tersirat, saat kesulitan datang dalam hidupku, aku tak boleh menyerah
Lalui saja, ada saatnya
hujan akan berhenti
Saat melalui hujan, jika ingin menangis ya menangislah
Airmata akan menyatu bersama hujan
Mana mungkin aku menyerah mewujudkan mimpimu, menjadi kebanggaanmu
Saat kau bisa bertahan melalui hujan
Mana boleh aku takut untuk berjalan ditengah hujan
Aku bukan tak boleh menyerah
Tapi aku gak bisa menyerah
Sampai kapanpun, hujan dimana pun, aku akan menjadikan itu kekuatan
Karena kenangan ini, karena kehebatan mu, Buyaku.
Buya, oneday u'll smile and say she's my lil daughter, she's my brilliant.
Love,
Uwa
0 komentar:
Posting Komentar