"Sahabat itu seperti bintang, walau tak selalu tampak namun sesungguhnya dia selalu ada"
Setuju kan ya?? Sahabat itu seperti bintang. Kalo aku setuju banget!
Saat kita ngerasa jauh dengan sahabat2 kita, ngerasa mereka terlalu sibuk, ngerasa mereka gak punya waktu untuk kita, saat itu kita benar2 dalam keadaan yg sangat salah.
Kenapa?
Karena kita gak tau, saat kita ngerasain hal itu, sahabat kita sesungguhnya gak pernah terlalu egois dengan urusannya, dengan kesibukannya, dia selalu meluangkan waktunya disela" kesibukannya untuk sekedar tersenyum tipis bersama airmatanya, dia pun rindu kita.
Saat aku rindu sahabat" ku tanpa terkecuali, biasanya aku selalu berdo'a disujud terakhirku dan mengatakan "Ya Allah, bisikkan kehati mereka kalau aku merindukan mereka" kemudian airmata ku menetes.
Kenapa jadi pengen nulis gini? Kenapa tiba2 nyebut sahabat seperti bintang?
Karena aku keinget IBONK.
Hehehe... Kenapa ibonk?
Mari simak ceritanya! :P
Semua ini karena aku teringat pas waktu curhat2an sama ibonk kemaren itu.
Ibonk bilang, dia selalu mendo'akan kami semua dengan do'a pengikat hati sambil membayangkan wajah kami satu persatu. Sayang aku belom tanya seperti apa do'a nya.
Ahh! Ibonk... Mulia sekali caramu, mendo'akan kami tiada henti, aku tau kau ingin kami merasakan seperti apa indahnya hidayah yg kau rasakan, hingga aku berfikir, inikah hasil dari do'a mu hingga aku kini tergugah akan hidayah yg lebih dulu kau rasakan?
Aku tau, kau ingin kita semua menjadi wanita shalihah yg akan menggugah dunia.
Aku tau, tujuan mulia mu adalah agar kita tetap menyatu di syurga Allah.
Aku tau, karena itu kau tak henti menjalankan dakwahmu.
Aku tau perasaanmu, saat kau menyadari banyak hal yg kau tak tau dari kami.
Kau katakan banyak cerita kami yg mulai tak kami bagi lagi denganmu.
Kenapa? Karena aku bukan lagi teman yg asyik? Karena kalian tau aku tak akan lagi mendukung tentang cerita cinta kalian?
Dan Karena kalian tak ingin mendengar penolakanku?
Mungkin seperti itulah ilustrasi kesakitanmu.
Kau juga bercerita kepadaku, walau kau terlalu sibuk dengan kuliahmu, pasti kau berusaha meluangkan waktu untuk mencari tahu kabar kami, dengan cara yg sederhana, kau membuka account facebook atau twitter kami masing".
Ahh... Ibonk! Kau lah BINTANG itu.
Kini, kau tak akan sendiri lagi, aku akan bersamamu, saat mereka tak mau berbagi cerita padamu, aku yg akan menelponmu dan bercerita tentang mereka.
Ya. Memang itu kan yg kita lakukan saat saling menelpon yg kita bicarakan adalah mereka, tentang setiap kabar terbaru dari mereka.
Aku akan menemani perjuanganmu menjaga mereka dari hal" yg Allah benci, aku akan bersama mu untuk mengajak mereka mencapai keridhoan Allah.
Aku tau, kau dan aku kini menjadi tak asyik lagi. Tapi aku yakin kau tak akan mengibarkan bendera putih tanda kau menyerah menjaga kami.
Kini aku tau, perjuangan mu ingin berbagi indahnya hidayah ini, karena aku merasakannya kini.
Hidayah ini akan lebih nikmat jika bisa dibagi, namun aku masih butuh belajar banyak darimu.
Dan yg terakhir yg kau ceritakan padaku, kau iri melihat foto kakak kelasmu yg memiliki delapan sahabat seperti kita namun lengkap dengan hijabnya yg sempurna.
Kau bilang betapa kau ingin seperti itu.
Teruslah ikat hati kami dengan do'a2 mu, Semoga do'a2 itu kan mengalir disetiap hati kami.
Jangan lelah menasehati kami, walau terkadang kau mendapat penolakan tentang itu.
Karena kau telah melakukan yg terbaik, amar ma'ruf nahi munkar, itu lah sebenar2nya sahabat.
Teruslah menjadi BINTANG untuk kami, hingga kita bertemu kembali di jannah Nya dan menjadi bidadari syurgawi.
♥ uwa

0 komentar:
Posting Komentar