CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 03 September 2012

World Hijab Day




Selamat hari hijab seduniaa! :)

Bangga rasanya bisa jadi salah satu dari berjuta wanita yang berhijab.

Awal mula saya berhijab itu SD kelas 6 walau hijab yg tak sempurna. Semenjak saya baligh ummi itu maksain saya wajib pake kerudung kalo pergi jauh. Dulu kelas 6 SD saya ikut bimbel, karena merasa masih anak-anak kan ya saya malas lah pake kerudung segala pergi les. Eh... Si ummi tetap gak bolehin saya pergi les kalo gak pake kerudung. Jujur saya keselll sekali.. Sementara teman satu les itu gak ada yang pake kerudung selain saya. Makin minder lah saya.

Semakin lama ya terus begitu kalo pergi jauh HARUS pake kerudung. Walau stelan kerudung itu baju yang ngepas kebadan dan celana jeans.

Di rumah saya malah lepas itu kerudung walau ketemu dengan bukan muhrim.

Saat itu saya malah nyantai, gak merasa itu salah. Mungkin saat itu saya menjadikan hijab cuma sebagai keterpaksaan.

Ya Allah... Malu rasanya. Kenapa baru sekarang saat umur saya mendekati 21 baru nyadar kalo hijab bukan seperti itu.

5 bulan menjelang 21 tahun saya baru merasakan betapa salah yang saya lakukan.

Subhanaallah.. Kesempatan yang Allah berikan untuk saya berhijab secara kaffah merupakan hal paling berharga dalam hidup saya.

Dengan hijab ini saya bukan merasa paling suci, tapi saya jadi lebih sering merasa malu.

Siapa bilang dengan mengambil keputusan berhijab syar'i terus jadi merasa paling sempurna, iman paling tebal, gak pernah down lagi. SALAH.

Walau berhijab bukan berarti syetan lari dan gak mau dekat dekat lagi. Malahan si syetan makin gencar melalaikan.

Iman pasti tetap naik turun, tapi ada satu yang buat iman cepat-cepat naik kalo lagi turun yaitu HIJAB. Secara tak terduga saat iman itu turun dan kita sedang bercermin maka malu itu akan datang sendiri. Malu untuk malas ibadah, malu sama Allah yang memberikan nikmat begitu banyak, malu sama hijab yang diniatkan untuk taat lillahi ta'ala.

Itulah hijab. Bukan hanya sebagai pelindung tubuh luar saja tapi juga untuk pelindung iman.

Masihkah mencari celah untuk menolak perintah hijab?

Kalau sudah terfikir untuk menyempurnakan hijab maka lakukan jangan terus menunda.

Malu lah dengan para muslimah di jaman Rasulullah yang ketika mendapat perintah berhijab langsung mengatakan "sami'na wa atho'na" "kami dengar maka kami taat". Tanpa ada kata TAPI.

Jangan peduli dengan omongan sok alim, sok suci, kerudung kepanjangan dan hal hal yang lain. Coba pejamkan mata sejenak dan rasakan damai bersama hijab.

Hpp 7th anniv for my hijab. :')

longlast ya sama saya :*


0 komentar:

Posting Komentar